Sabtu, 26 Januari 2013

Evlasone

 EVLASONE


      Di sini gue pengen ngeflash back pas jaman-jamannya SMA. Gue berasal dari SMA 49 Jakarta, yang sekolahnya tuh kalo diliat dari bentuk fisik bangunannya biasaaaaaaa bangeeeeeeeeeeet. Tapi dibalik gedungnya yang biasa banget itu, gue nemuin sebuah kelas yang gue bisa bilang, gue menemukan temen-temen bahkan sahabat baru yang bener-bener sahabat yaa dari kelas itu. Emang sih pertamanya gue ngerasa gak mungkin bisa bersaing di kelas itu. Bayangin ajaa kumpulan peringkat-peringkat kelas pas waktu dikelas sepuluh dikumpulin semua disitu jadi satu, makin ragu deh gue buat masuk kelas ituuu. Untungnyaaa pas daftar ulaang, gue sekelas sama sohib gue dari SMP namanya rizky amelya. Gue sih biasanya manggil gue ikiii hehehe, dan akhirnya dia juga sama kayak gue bingung. Kita berdua bingung banget hari itu kenapa kita bisa masuk di kelas XI IPA 1 sempet bertanya-tanya juga pada diri sendiri, knapa bisaaaa gitu. Tapi yaudah lah yaaa gue mutusin buat gak ambil pusing itu semua, yang penting gue mau usaha biar nilai gue gak terlalu malu-maluin lah yaaa hahaha.

Dan tibalah masuk pada hari pertama, pertama kali masuk tuh yaaa sumpah bete bangeeeet gue cuma diem, ngobrol sama iki, kenalan sama temen yang duduk di depan bangku gue, dan udah gitu doang. Pas gue liat-liat juga orang-orangnya itu masih sama urusan masing-masing terus masih berkelompok gitu, dan akhirnya gue memutuskan buat main sama temen kelas gue yang sebelumnya. Sekitar 2-3 minggu tuh kondisinya masih kayak gitu, tapi ya lumayanlah gue mulai kenal sam temen-temen yang lain walaupun msih sedikit.

Tapi setelah sebulan mulai deeeh keliatan rameenyaaa, gue pikir yang namanya abdul rachim yang selalu menyandang juara 2 umum paralel disekolah gue itu orangnya pendiem, dan gak banyak omong, tapi gue salah. Ternyata dia bisa juga ngelawak sampe gue dibikin sakit perut dan gak merhatiin pelajaran satu hari full gara garaa ngakak mulu hahaha, terus ternyata dan ternyata pas gue ngenal orangnya satu-satu, mereka bukan cuma modal otak doang, mereka juga ternyata rameee banget dan gokil hahaha. Dari situ gue mulai suka sama kelas XI IPA 1,  dan tiba-tiba temen gue punya usul buat bikin sweater kelas gitu, dan dari situlah kita mulai nyari nama yang bagus buat kelas, dan dipilihlah nama EVLASONE kepanjangan dari everlasting science one. Sebenernya mau upload video tapi kayaknya gak memungkinkan, jadinya gak jadi deeeh hehe.

Selesai gue bercerita tentang evlasone yaa walaupun gaje banget hehe

Jumat, 18 Januari 2013

PEMBINAAAN GENERASI MUDA


Pembinaan terhadap generasi muda

          Generasi muda zaman sekarang banyak yang mulai tidak memperdulikan nasib bangsanya sendiri di masa depan. Banyak yang tidak perduli dengan apa yang mereka lakukan, dan dampaknya terhadap diri sendiri, keluarga, masyarakat maupun bangsanya. Oleh karena itu setiap generasi muda memerlukan pembinaan agar mereka tidak masuk ke dalam jurang “kenakalan remaja” seperti tawuran, narkoba dan lain sebagainya. Kita perlu memulainya dari tingkat pendidikan seperti ini:

1.     Memperluas jangkauan pendidikan di Indoensia, agar daerah-daerah terpencil sekalipun dapat bisa merasakan sebuah pendidikan yang sebeneranya. Agar terciptanya sumber daya manusia yang berkompeten.
2.     Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan baik dari segi sarana dan prasarana yang menunjang belajar mengajar.
Pengembangan efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan sehingga dapat diandalkan untuk melaksanakan pembaharuan pendidikan.



referensi:


http://east-crew-daru.blogspot.com/2011/10/pengembangan-generasi-muda-blog.html

HUBUNGAN INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT


    Hubungan ANTARA INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

          Sebelum kita masuk ke dalam hubungan antara individu, keluarga, dan masyarakat. Kita harus mengetahui terlebih dahulu pengertian dari masing-masing kata tersebut.
  • Individu berasal dari kata latin "individuum" yang artinya "yang tak terbagi". Jadi individu adalah sebuah panggilan kepada satu orang.
  • Keluarga adalah kelompok terkecil dari suatu masyarakat yang tinggal disebuah lingkungan atau daerah tertentu.
  • Sedangkan masyarakat adalah kelompok yang terdiri dari individu dan keluarga yang sudah memiliki peraturan sendiri, dan adat istiadat yang sama dalam sebuah lingkungan.













         Dapat dikatakan bahwa setiap makhluk hidup di dunia ini tidak mungkin hidup tanpa bantuan dari orang lain, kita semua saling bergantung dan prosesnya di mulai dari individu kemudian dia memutuskan untuk bekeluarga dan dari keluarga lah kita diajarkan cara berkomunnikasi, cara saling menghargai dan menghormati. Sebenarnya juga kita sudah mulai terjun ke dsalam masyarkat dari mulai kita masuk ke dalam dunia pendidikan baik itu taman kanak-kanak ataupun sekolah dasar. Tetapi kita belum sepenuhnya mengerti tentang apa saja yang harus kita lakukan di dalam lingkungan masyarakat. Oleh sebab itu,  gunanya sebuah keluarga sangat penting untuk membentuk seseorang yang paham dan dapat menjalani hidup di lingkungan masyarakat dengan baik dan tidak bermasalah. Tetapi proses itu semua ada yang berjalan lancar dan ada yang tidak, tetapi semuanya dapat berjalan dengan beriringan tergantung dengan cara bagaimana kita bersikap menghadapi hal tersebut.


referensi :

http://trianatanti.blogspot.com/2011/09/hubungan-antara-individu-keluarga-dan.html 









MASUKNYA AGAMA HINDU DI INDONESIA


Masuknya Agama Hindu di Indonesia


    Agama Hindu diperkirakan masuk ke wilayah Indonesia sekitar awal abad ke empat. Agama hindu sendiri meruoakan agama yang pertama di kenal di Indonesia. cara penyebaran agama ini juga tidak lepas dari pengaruh perdagangan, karena penyebaran tersebut dilakukan oleh para pedagang India yang sedang berdagang dan bermukim di Indonesia.

Teori masuknya Hindu ke Indonesia

Ada beberapa teori yang menyatakan masuknya agama Hindu ke Indonesia yaitu:

1.    Teori Brahmana

          Teori Brahmana di kemukakan oleh Van Leur. Yang berisikan bahwa agama Hindu dibawa oleh para pendeta ke Indonesia. Pendapatnya dibuktikan dengan adanya kitab weda, karena para brahmana lah yang mengetahui kitab tersebut.

2.    Teori Ksatria

          Teori Ksatria dikemukakan oleh Majundar, Moekriji dan Nehru. Mereka berpendapat bahwa agama Hindu dibawa dan disebarkan oleh para prajurit India.

3.    Teori Waisya

          Teori Waisya sendiri di kemukakan oleh Krom. Dia menyatakan bahwa agama Hindu dibawa dan disebarkan oleh para pedagang. Dan dibuktikan oleh banyak para pedagang India yang berdagang di Indonesia.

4.    Teori Sudra

          Teori sudra ini mengatakan bahwa agama Hindu dibawa oleh para budak, mereka menyebarkan agama Hindu karena ingin merubah nasib mereka menjadi lebih baik. Karena didalam strata kasta Hindu, bangsa sudra ini merupakan golongan terbawah.

5.    Teori Arus Balik
Teori ini menyatakan bahwa bangsa Indonesia belajar agama Hindu daei negeri India langsung, lalu kembali ke Inodnesia dan menyebarkan agama Hindu. Tetapi menurut sejarah, orang-orang belajar agama Hindu ke India setelah adanya kerajaan Sriwijaya.


SUMBER:

Fungsi Agama Dalam Masyarakat


Fungsi Agama dalam Masyarakat


            Agama merupakan hal yang paling penting dalam menjalani hidup di dunia. Karena bila kita tidak mempunyai agama yang kita yakini, kita bisa berbuat tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Di dalam setiap agama pasti mengajarkan untuk tidak saling menyakiti dan merugikan antar sesama manusia. Selain itu, di dalam ajaran semua agama pasti menjelaskan tentang berbagai aspek yang sudah pasti akan dialami oleh kita semua dalam menjalani suatu kehidupan.
           
            Fungsi agama dalam masyarakat itu sendiri adalah sebagai pedoman atau pegangan dalam menjalani sebuah kehidupan. Karena didalam ajaran semua agama tanpa terkecuali kita diajarkan apa itu saling menghargai, menghormati, toleransi antar umat beragama, menyanyangi sesama makhluk hidup, tidak membeda-bedakan yang kaya atau miskin maupun yang cantik atau jelek. Semuanya sama di hadapan Sang Pencipta itu poin utama yang sangat penting dlam menghadapi dna menjalani suatu kehidupan. Tetapi pada faktanya masyarakat zaman sekarang tidak mengindahkan semua ajaran-ajaran tersebut, mereka bahkan bertindak dan berperilaku sebaliknya. Seakan-akan mereka seperti kacang yang lupa dengan kulitnya, seharusnya mereka sadar akan ajaran yang sudah ada didalam agama mereka masing-masing, tetapi mereka melupakan itu semua dan bahkan sampai ada yang melupakan Tuhannya. Karena menurut beberapa manusia mereka bisa menjadi apa yang mereka mau tanpa ada campur tangan Tuhan, menurut mereka itu semua terjadi karena kerja keras bukan karena pertolongan Tuhan.

            Padahal bukan hanya kerja keras mereka saja, tetapi ada campur tangan dari Sang Maha Pencipta. Dan itu adalah sebagian contoh dari masyarakat yang kurang mendalami bahkan tidak mau mempelajari agama mereka masing-masing. Oleh karena itu fungsi agama dalam masyarakat sangat penting untuk membentuk masyarakat yang harmonis, madani, aman, tentram dan sejahtera. 

sumber : pemikiran sendiri

Aspek Positif dan Negatif Perkotaan


Aspek Positif dan Negatif Perkotaan


          Sebenarnya bila kita berbicara aspek positif dan negatif dari dari perkotaan pasti tidak akan pernah lepas hubungannya tentang cara hidup atau kebiasaan, tingkah laku, dan sikap dari masyarakat perkotaan itu sendiri. Oleh karena itu, sebelum kita masuk ke dalam aspek positif dan negatif dari perkotaan, pertama kali yang kita harus pahami adalah apa arti masyarakat itu sendiri. Dan arti dari masyarakat perkotaan.

Pengertian dari masyarakat

          Masyarakat menurut pendapat saya adalah kumpulan dari sebuah individu, atau bisa dikatakan sebagai kumpulan dari setiap satu kepala keluarga dan mereka semua mempunyai sebuah aturan-aturan, adat istiadat, yang harus mereka patuhi dan hormati. Sedangkan pengertian dari masyarakat perkotaan atau yang sering disebut dengan urban community adalah lebih menekankan kepada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.

Aspek Positif dari Masyarakat perkotaan
  1. Berpikir secara modern atau secara pasti, maksudnya adalah bila masyarakat pedesaan masih mempercayai hal-hal gaib dan mistis, tetapi pada masyarakat perkotaan tidak seperti itu, mereka lebih percaya kepada bukti-bukti ilmiah dan nyata dari suatu permasalahan. Dan masyarakat perkotaan memiliki cara berpikir yang lebih masuk akal dari pada masyarakat pedesaan.
  2. Masyarakat perkotaan lebih mengutamakan pendidikan, maksudnya adalah masyarakat perkotaan memiliki pikiran yang terbuka bahwa begitu sangat pentingnya pendidikan bagi masa depan mereka kelak. Dan masyarakat perkotaan juga berlomba-lomba dalam mendapatkan pendidikan yang lebih baik, dibandingkan dengan masyarakat pedesaan yang lebih memilih menikahkan anak gadisnya dari pada menyekolahkan mereka.
  3. Masyarakat lebih maju karena bisa mengakses informasi dengan mudah, maksudnya adalah di daerah perkotaan kita bisa mendapatkan berbagai macam informasi dengan akses yang mudah dan tidak berbelit-belit. Sedangkan di pedasaan, masyarakat sangat susah mendapatkan informasi, media yang memberikan informasi sangat terbatas jumlahnya dan tidak merata ke seluruh penjuru pedesaan.


Aspek Negatif dari Masyarakat Perkotaan
  1. Sifat masyarakat perkotaan yang lebih egois, maksudnya adalah mereka hanya mendahului urusan pribadi mereka dari pada mendahului urusan masyarakat umum, karena mereka berpikir bahwa tidak ada yang lebih penting dari urusan pekerjaan mereka.
  2. Banyaknya tindakan kriminal, maksudnya adalah dengan tingkat taraf kebutuhan sehari-hari yang tinggi dan banyak diantara mereka yang tidak mempunyai pekerjaan yang tetap atau bahkan pengangguran. Dan itu menyebabkan munculnya tindakan kriminal yang terjadi di perkotaan demi memenuhi kebutuhan mereka
  3. Hilangnya adat istiadat, maksudnya adalah masyarakat perkotaan sudah sangat jarang melakukan adat istiadat yang berasal dari kampong halaman mereka. Karena mereka berpikiran bahwa adat istiadat merupakan cara yang kuno dan tidak perlu dilakukan.   

Sumber :






Senin, 14 Januari 2013

Peran Warga Negara Republik Indonesia


Peran warga Negara dalam Negara hukum republik Indonesia

                Peran warga Negara sangat penting bagi bangsa Indonesia, dengan adanya keikut sertaan warga Negara dalam berbagai aspek atau bidang kehidupan, dapat membawa pengaruh yang besar bagi Indonesia. Peran warga Negara sendiri sudah diatur oleh Undang-Undang 1945 yang termasuk ke dalam Hak dan Kewajiban warga Negara. Warga Negara sebenarnya sesuatu hal yang sangat harus kita perhatikan, karena di setiap sikap atau perbuatan yang dilakukan oleh warga Negara dapat menciptakan perubahan yang dapat membantu atau mungkin bisa jadi merugikan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kita harus memberikan sebuah pemahaman bagaimana seharusnya warga Negara ikut berperan dalam membangun, membela dan melindungi Negara Indonesia, dan apa saja hak-hak yang bisa didapat oleh warga Negara. Berikut ini akan dijelaskan mengenai kewajiban warga Negara Indonesia.
Kewajiban warga Negara
         
               Indonesia merupakan sebuah Negara yang sangat besar wilayahnya, begitupun penduduk yang menempati Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia memerlukan sebuah peran dari warga Negara agar Indonesia dapat membangun Negara yang lebih baik lagi dengan cara mengetahui apa saja kewajiban warga Negara Indonesia di dalam undang –undang 1945, seperti:
  1. Kewajiban dalam mentaati hukumdan pemerintahan yang terdapat pada pasal 27 ayat (1) yang berbunyi: segala warga negara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
  2. Kewajiban dalam pembelaan Negara yang terdapatpada pasal 27 ayat (3) yang berbunyi: setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara.
  3. Kewajiban untuk menghormati hak asasi manusia yang tertuang dalam pasal 28J ayat (1) yang berbunyi: setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  4. Kewajiban dalam pertahanan dan keamanan Negara yang terdapat didalam pasal 30 ayat (1) yang berbunyi: tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib untuk ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara.

Hak warga Negara
          Disamping kewajiban warga Negara, terdapat pula hak-hak yang dimiliki oleh warga Negara Indonesia. Karena kedua hal tersebut harus berjalan dengan seimbang, meskipun terkadang kita hanya memikirkan hak kita sebagai warga Negara tanpa melihat kewajiban kita sebagai warga Negara ataupun sebaliknya, terkadang kita belum mendapatkan hak kita sebagai warga Negara. Oleh karena itu kita akan melihat apa saja hak-hak warga Negara yang diatur oleh undang-undang 1945, seperti:
  1. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak yang tertuang dalam pasal 27 ayat (2) yang berbunyi: tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
  2. Hak berhak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan yang tertuang dalam pasal 28A yang berbunyi: setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.
  3. Hak untuk mendapatkan pengakuan, jaminan perlindungan, dan kepastian hukum yang tertuang dalam pasal 28D ayat (1) yang berbunyi: setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil sserta perlakuan yang sama dihadapan hukum.
  4. Hak untuk bebas memeluk agama yang terdapat dalam pasal 28E ayat (1)yang berbunyi: setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya.


Sumber: