Sabtu, 26 Januari 2013
Jumat, 18 Januari 2013
PEMBINAAAN GENERASI MUDA
Pembinaan terhadap generasi muda
Generasi muda zaman sekarang banyak yang mulai tidak memperdulikan nasib
bangsanya sendiri di masa depan. Banyak yang tidak perduli dengan apa yang
mereka lakukan, dan dampaknya terhadap diri sendiri, keluarga, masyarakat
maupun bangsanya. Oleh karena itu setiap generasi muda memerlukan pembinaan
agar mereka tidak masuk ke dalam jurang “kenakalan remaja” seperti tawuran,
narkoba dan lain sebagainya. Kita perlu memulainya dari tingkat pendidikan seperti ini:
1.
Memperluas jangkauan
pendidikan di Indoensia, agar daerah-daerah terpencil sekalipun dapat bisa
merasakan sebuah pendidikan yang sebeneranya. Agar terciptanya sumber daya
manusia yang berkompeten.
2.
Memelihara dan meningkatkan
mutu pendidikan baik dari segi sarana dan prasarana yang menunjang belajar
mengajar.
Pengembangan efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan sehingga
dapat diandalkan untuk melaksanakan pembaharuan pendidikan.referensi:
http://east-crew-daru.blogspot.com/2011/10/pengembangan-generasi-muda-blog.html
HUBUNGAN INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
Hubungan ANTARA
INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
Sebelum
kita masuk ke dalam hubungan antara individu, keluarga, dan masyarakat. Kita
harus mengetahui terlebih dahulu pengertian dari masing-masing kata tersebut.
- Individu
berasal dari kata latin "individuum" yang artinya "yang tak
terbagi". Jadi individu adalah sebuah panggilan kepada satu orang.
- Keluarga
adalah kelompok terkecil dari suatu masyarakat yang tinggal disebuah
lingkungan atau daerah tertentu.
- Sedangkan masyarakat adalah kelompok yang terdiri dari individu dan keluarga yang sudah memiliki peraturan sendiri, dan adat istiadat yang sama dalam sebuah lingkungan.
Dapat dikatakan bahwa setiap makhluk hidup di dunia ini tidak
mungkin hidup tanpa bantuan dari orang lain, kita semua saling bergantung dan
prosesnya di mulai dari individu kemudian dia memutuskan untuk bekeluarga dan
dari keluarga lah kita diajarkan cara berkomunnikasi, cara saling menghargai
dan menghormati. Sebenarnya juga kita sudah mulai terjun ke dsalam masyarkat
dari mulai kita masuk ke dalam dunia pendidikan baik itu taman kanak-kanak
ataupun sekolah dasar. Tetapi kita belum sepenuhnya mengerti tentang apa saja
yang harus kita lakukan di dalam lingkungan masyarakat. Oleh sebab itu, gunanya sebuah keluarga sangat penting untuk
membentuk seseorang yang paham dan dapat menjalani hidup di lingkungan masyarakat
dengan baik dan tidak bermasalah. Tetapi proses itu semua ada yang berjalan lancar
dan ada yang tidak, tetapi semuanya dapat berjalan dengan beriringan tergantung
dengan cara bagaimana kita bersikap menghadapi hal tersebut.
referensi :
http://trianatanti.blogspot.com/2011/09/hubungan-antara-individu-keluarga-dan.html
MASUKNYA AGAMA HINDU DI INDONESIA
Masuknya Agama Hindu di Indonesia
Agama Hindu
diperkirakan masuk ke wilayah Indonesia sekitar awal abad ke empat. Agama hindu
sendiri meruoakan agama yang pertama di kenal di Indonesia. cara penyebaran
agama ini juga tidak lepas dari pengaruh perdagangan, karena penyebaran
tersebut dilakukan oleh para pedagang India yang sedang berdagang dan bermukim
di Indonesia.
Teori masuknya
Hindu ke Indonesia
Ada beberapa
teori yang menyatakan masuknya agama Hindu ke Indonesia yaitu:
1. Teori
Brahmana
Teori
Brahmana di kemukakan oleh Van Leur. Yang berisikan bahwa agama Hindu dibawa
oleh para pendeta ke Indonesia. Pendapatnya dibuktikan dengan adanya kitab
weda, karena para brahmana lah yang mengetahui kitab tersebut.
2. Teori
Ksatria
Teori
Ksatria dikemukakan oleh Majundar, Moekriji dan Nehru. Mereka berpendapat bahwa
agama Hindu dibawa dan disebarkan oleh para prajurit India.
3. Teori
Waisya
Teori
Waisya sendiri di kemukakan oleh Krom. Dia menyatakan bahwa agama Hindu dibawa
dan disebarkan oleh para pedagang. Dan dibuktikan oleh banyak para pedagang
India yang berdagang di Indonesia.
4. Teori
Sudra
Teori sudra
ini mengatakan bahwa agama Hindu dibawa oleh para budak, mereka menyebarkan
agama Hindu karena ingin merubah nasib mereka menjadi lebih baik. Karena
didalam strata kasta Hindu, bangsa sudra ini merupakan golongan terbawah.
5. Teori
Arus Balik
Teori ini menyatakan bahwa bangsa Indonesia belajar agama Hindu
daei negeri India langsung, lalu kembali ke Inodnesia dan menyebarkan agama
Hindu. Tetapi menurut sejarah, orang-orang belajar agama Hindu ke India setelah
adanya kerajaan Sriwijaya.
SUMBER:
Fungsi Agama Dalam Masyarakat
Fungsi Agama dalam Masyarakat
Agama merupakan hal yang paling penting dalam menjalani hidup di dunia. Karena bila kita tidak mempunyai agama yang kita yakini, kita bisa berbuat tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Di dalam setiap agama pasti mengajarkan untuk tidak saling menyakiti dan merugikan antar sesama manusia. Selain itu, di dalam ajaran semua agama pasti menjelaskan tentang berbagai aspek yang sudah pasti akan dialami oleh kita semua dalam menjalani suatu kehidupan.
Fungsi agama dalam masyarakat itu sendiri adalah sebagai pedoman atau pegangan dalam menjalani sebuah kehidupan. Karena didalam ajaran semua agama tanpa terkecuali kita diajarkan apa itu saling menghargai, menghormati, toleransi antar umat beragama, menyanyangi sesama makhluk hidup, tidak membeda-bedakan yang kaya atau miskin maupun yang cantik atau jelek. Semuanya sama di hadapan Sang Pencipta itu poin utama yang sangat penting dlam menghadapi dna menjalani suatu kehidupan. Tetapi pada faktanya masyarakat zaman sekarang tidak mengindahkan semua ajaran-ajaran tersebut, mereka bahkan bertindak dan berperilaku sebaliknya. Seakan-akan mereka seperti kacang yang lupa dengan kulitnya, seharusnya mereka sadar akan ajaran yang sudah ada didalam agama mereka masing-masing, tetapi mereka melupakan itu semua dan bahkan sampai ada yang melupakan Tuhannya. Karena menurut beberapa manusia mereka bisa menjadi apa yang mereka mau tanpa ada campur tangan Tuhan, menurut mereka itu semua terjadi karena kerja keras bukan karena pertolongan Tuhan.
Padahal bukan hanya kerja keras mereka saja, tetapi ada campur tangan dari Sang Maha Pencipta. Dan itu adalah sebagian contoh dari masyarakat yang kurang mendalami bahkan tidak mau mempelajari agama mereka masing-masing. Oleh karena itu fungsi agama dalam masyarakat sangat penting untuk membentuk masyarakat yang harmonis, madani, aman, tentram dan sejahtera.
sumber : pemikiran sendiri
sumber : pemikiran sendiri
Aspek Positif dan Negatif Perkotaan
Aspek Positif dan Negatif Perkotaan
Sebenarnya bila kita berbicara aspek positif dan negatif dari dari perkotaan pasti tidak akan pernah lepas hubungannya tentang cara hidup atau kebiasaan, tingkah laku, dan sikap dari masyarakat perkotaan itu sendiri. Oleh karena itu, sebelum kita masuk ke dalam aspek positif dan negatif dari perkotaan, pertama kali yang kita harus pahami adalah apa arti masyarakat itu sendiri. Dan arti dari masyarakat perkotaan.
Pengertian dari masyarakat
Masyarakat menurut pendapat saya adalah kumpulan dari sebuah individu, atau bisa dikatakan sebagai kumpulan dari setiap satu kepala keluarga dan mereka semua mempunyai sebuah aturan-aturan, adat istiadat, yang harus mereka patuhi dan hormati. Sedangkan pengertian dari masyarakat perkotaan atau yang sering disebut dengan urban community adalah lebih menekankan kepada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Aspek Positif dari Masyarakat perkotaan
- Berpikir secara modern atau secara pasti, maksudnya adalah bila masyarakat pedesaan masih mempercayai hal-hal gaib dan mistis, tetapi pada masyarakat perkotaan tidak seperti itu, mereka lebih percaya kepada bukti-bukti ilmiah dan nyata dari suatu permasalahan. Dan masyarakat perkotaan memiliki cara berpikir yang lebih masuk akal dari pada masyarakat pedesaan.
- Masyarakat perkotaan lebih mengutamakan pendidikan, maksudnya adalah masyarakat perkotaan memiliki pikiran yang terbuka bahwa begitu sangat pentingnya pendidikan bagi masa depan mereka kelak. Dan masyarakat perkotaan juga berlomba-lomba dalam mendapatkan pendidikan yang lebih baik, dibandingkan dengan masyarakat pedesaan yang lebih memilih menikahkan anak gadisnya dari pada menyekolahkan mereka.
- Masyarakat lebih maju karena bisa mengakses informasi dengan mudah, maksudnya adalah di daerah perkotaan kita bisa mendapatkan berbagai macam informasi dengan akses yang mudah dan tidak berbelit-belit. Sedangkan di pedasaan, masyarakat sangat susah mendapatkan informasi, media yang memberikan informasi sangat terbatas jumlahnya dan tidak merata ke seluruh penjuru pedesaan.
Aspek Negatif dari Masyarakat Perkotaan
- Sifat masyarakat perkotaan yang lebih egois, maksudnya adalah mereka hanya mendahului urusan pribadi mereka dari pada mendahului urusan masyarakat umum, karena mereka berpikir bahwa tidak ada yang lebih penting dari urusan pekerjaan mereka.
- Banyaknya tindakan kriminal, maksudnya adalah dengan tingkat taraf kebutuhan sehari-hari yang tinggi dan banyak diantara mereka yang tidak mempunyai pekerjaan yang tetap atau bahkan pengangguran. Dan itu menyebabkan munculnya tindakan kriminal yang terjadi di perkotaan demi memenuhi kebutuhan mereka
- Hilangnya adat istiadat, maksudnya adalah masyarakat perkotaan sudah sangat jarang melakukan adat istiadat yang berasal dari kampong halaman mereka. Karena mereka berpikiran bahwa adat istiadat merupakan cara yang kuno dan tidak perlu dilakukan.
Sumber :
Senin, 14 Januari 2013
Peran Warga Negara Republik Indonesia
Peran
warga Negara dalam Negara hukum republik Indonesia
Peran
warga Negara sangat penting bagi bangsa Indonesia, dengan adanya keikut
sertaan warga Negara dalam berbagai aspek atau bidang kehidupan, dapat membawa pengaruh yang besar
bagi Indonesia. Peran warga Negara sendiri sudah diatur oleh Undang-Undang 1945
yang termasuk ke dalam Hak dan Kewajiban warga Negara. Warga Negara sebenarnya
sesuatu hal yang sangat harus kita perhatikan, karena di setiap sikap atau
perbuatan yang dilakukan oleh warga Negara dapat menciptakan perubahan yang
dapat membantu atau mungkin bisa jadi merugikan bangsa Indonesia. Oleh karena
itu, kita harus memberikan sebuah pemahaman bagaimana seharusnya warga Negara
ikut berperan dalam membangun, membela dan melindungi Negara Indonesia, dan apa
saja hak-hak yang bisa didapat oleh warga Negara. Berikut ini akan dijelaskan
mengenai kewajiban warga Negara Indonesia.
Kewajiban
warga Negara
Indonesia
merupakan sebuah Negara yang sangat besar wilayahnya, begitupun penduduk yang
menempati Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia memerlukan sebuah peran dari
warga Negara agar Indonesia dapat membangun Negara yang lebih baik lagi dengan
cara mengetahui apa saja kewajiban warga Negara Indonesia di dalam undang
–undang 1945, seperti:
- Kewajiban dalam mentaati hukumdan pemerintahan yang terdapat pada pasal 27 ayat (1) yang berbunyi: segala warga negara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
- Kewajiban dalam pembelaan Negara yang terdapatpada pasal 27 ayat (3) yang berbunyi: setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara.
- Kewajiban untuk menghormati hak asasi manusia yang tertuang dalam pasal 28J ayat (1) yang berbunyi: setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
- Kewajiban dalam pertahanan dan keamanan Negara yang terdapat didalam pasal 30 ayat (1) yang berbunyi: tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib untuk ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara.
Hak
warga Negara
Disamping
kewajiban warga Negara, terdapat pula hak-hak yang dimiliki oleh warga Negara
Indonesia. Karena kedua hal tersebut harus berjalan dengan seimbang, meskipun
terkadang kita hanya memikirkan hak kita sebagai warga Negara tanpa melihat
kewajiban kita sebagai warga Negara ataupun sebaliknya, terkadang kita belum mendapatkan
hak kita sebagai warga Negara. Oleh karena itu kita akan melihat apa saja
hak-hak warga Negara yang diatur oleh undang-undang 1945, seperti:
- Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak yang tertuang dalam pasal 27 ayat (2) yang berbunyi: tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
- Hak berhak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan yang tertuang dalam pasal 28A yang berbunyi: setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.
- Hak untuk mendapatkan pengakuan, jaminan perlindungan, dan kepastian hukum yang tertuang dalam pasal 28D ayat (1) yang berbunyi: setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil sserta perlakuan yang sama dihadapan hukum.
- Hak untuk bebas memeluk agama yang terdapat dalam pasal 28E ayat (1)yang berbunyi: setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya.
Sumber:
Langganan:
Postingan (Atom)






